Museum Italia Dipimpin Warga Negara Asing

by Agustus 20, 2015

Museum-museum di Italia yang memajang mahakarya Michelangelo dan Boticelli akan dipimpin oleh warga negara asing untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemerintah Italia melakukan perombakan setelah salah satu pejabat senior mengatakan manajemen museum-museum ini “skelerotik,” tidak bisa mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman. “Sistem museum-museum ini mengidap skelerotik. Sistemnya lemah, tak punya sumber daya dan aturan,” kata Paolo Baratta kepada La Repubblica, Selasa, 19 Agustus 2015.

Baratta ditugaskan Kementerian untuk memandu proses seleksi direktur-direktur museum. “Ini adalah situasi yang berbeda dari yang terjadi di luar negeri dimana museum adalah mesin budaya yang nyata,” kata Baratta yang kini memimpin Venice Biennale—pameran seni berusia 120 tahun.

Perombakan ini juga merupakan bagian dari reorganisasi pelayanan untuk meningkatkan pelestarian dan promosi karya-karya seni dan arsitektur Italia. Promosi dan pelestaian karya seni maupun arsitektur itu dianggap terabaikan selama 10 tahun terakhir.

Selasa lalu, Kementerian Kebudayaan mengumumkan 20 manajer baru untuk memimpin galeri-galeri bergengsi Italia. Tujuh di antara 20 kandidat yang lulus adalah warga negara asing yang terpilih untuk memimpin Museum Uffizi dan Accademia di Florence. Uffizi menyimpan lukisan ternama Birth of Venus karya Boticelli. Sementara Accademia memajang patung marmer David ciptaan Michelangelo yang terkenal itu.

Manajer-manajer baru itu terdiri dari 10 pria dan 10 wanita. Di antaranya ada Eike Schmidt, yang akan memimpin Galeri Uffizi. Schmidt pernah bekerja di Amerika Serikat dan Inggris serta Italia. Ada juga James Bradburne, arsitek, desainer dan manajer museum kebangsaan Inggris Kanada yang akan memimpin Pinacoteca di Brera di kota Milan. Adapun Accademia akan dipimpin sejarawan Jerman, Cecile Hollberg.

Menteri Kebudayaan Dario Franceschini lewat twitter berjanji sistem dan pelayanan museum akan ditingkatkan. Namun, pemilihan pimpinan asing itu dikritik sejumlah pihak. Kritikus seni dan mantan menteri kebudayaan junior Italia, Vittorio Sgarbi mengatakan Franceschini mempermalukan “pasukan hebat dari Italia.” “Mengapa aharus ada 7 orang asing? Dan mengapa justru 10 pria dan 10 wanita?” Kata Sgarbi. “Ini semacam pembenaran politik … untuk pertunjukan.”

Baratta mengatakan museum akan tetap sebagian di bawah negara, tetapi pimpinan baru bebas menggalang dana secara mandiri. Baratta mengulang kata-kata Franceschini yang mengajak partisipasi masyarakat dan swasta untuk terlibat dalam pembenahan museum. [tempo/ai2/foto:istimewa]

 

No Comments so far

Jump into a conversation

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.