Historika Gelar Workshop dan Gagas Komunitas Belajar Sejarah

by Oktober 4, 2017

Dalam upaya melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kearifan dan kekayaan nilai sejarah bangsa Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Fasilitasi Komunitas Kesejarahan Tahun 2017 memberikan Bantuan Pemerintah kepada individu maupun kelompok masyarakat di Indonesia untuk melestarikan nilai sejarah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, bantuan ini digunakan antara lain untuk melindungi, mengembangkan dan memperkuat segala inisiatif pengembangan kesejarahan di Indonesia. Dan Yayasan Historika Indonesia menjadi salah satu komunitas yang memperoleh bantuan tersebut.

Salah satu kegiatan yang Yayasan Historika Indonesia selenggarakan adalah Workshop dan Lomba Penulisan Sejarah. Acara yang diselenggarakan kemarin, 30 September 2017 berjalan sukses dan lancar. Diawali dengan tahap seleksi tulisan awal yang dikirim oleh 300 peserta, hingga akhirnya kami memilih 65 orang untuk kami sertakan dalam Workshop Penulisan bertajuk, ”Workshop Penulisan Sejarah” di aula gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok)

Dalam pembukan acara kemarin, hadir Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah, Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Edy Suardi. Dalam kesempatan sambutan, Edy Suardi mengungkapkan rasa bangganya kepada siswa-siswi SMA/SMK/MA yang masih mau peduli terhadap sejarah bangsa. ”Ini merupakan bagian upaya Direktorat Sejarah menggalakkan kembali penulisan sejarah, terutama dikalangan anak-anak SMA,” ujar Edy Suardi.

Ditambahkan Edy, sebelumnya Dirjen sejarah juga pernah menggelar workshop, namun untuk guru-guru sejarah seluruh Indonesia. Diakui, workshop penulisan sejarah untuk siswa-siswa SMA jarang yang berminat membuatnya. ” Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Yayasan Historika Indonesia” yang turut memfasilitasi, sehingga acara workshop penulisan sejarah bagi anak-anak muda bisa terselenggar dengan baik,” ujat Edy Suardi yang beberapa tahun lalu pernah menjabat sebagai kepala Munasprook.

Ide pengajuan kegiatan ini ke Dirjen Sejarah sejatinya merupakan kekhawatian Yayasan Historika Indonesia terhadap fenomena generasi milenials yang sudah tidak peduli dengan sejarah. ”Tidak sedikit generasi muda sekarang yang tidak mengetahui sejarah bangsanya. Bahkan ketika ditanyakan tentang nama pahlawan, sejumlah pelajar geleng kepala tanda tidak mengetahui,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Historika Indonesia, Abdul Basyith.

Menurut Basyith, penyelenggaraan Workshop Penulisan Sejarah bertema ”Saya dan Sejarah Keluarga” menjadi langkah awal untuk melihat perspektif sejarah yang berbeda. ”Diharapkan tema Lomba penulisan ini bisa mendekatkan kembali generasi muda sekarang terhadap sejarah. Sejarah dalam cakupan terdekat, yakni keluarga,” ujar Basyith.

 

Deklarasi KABS, Komunitas Asyik Belajar Sejarah

Sebagai upaya menjadikan pelajaran sejarah, atau berbagai hal terkait dengan sejarah lebih populis dikalangan anak-anak muda. Yayasan Historika Indonesia berpandangan bahwa pola penyampaian materi sejarah harus dibuat semenarik mungkin.

”Sebetulnya ini merupakan tantangan bagi tenaga pendidik untuk mengajarkan sejarah tidak hanya melalui buku teks (text book), namun bisa menjadikan sejarah lebih ”dekat” lagi dengan para pelajarnya,” ujar Sutono R Lysthano, Inisiatior KABS.

Pendirian KABS, menurut Lysthano, merupakan upaya alternatif untuk menumbuh-suburkan keinginan anak-anak muda yang ingin belajar sejarah, dan ingin menjadikan pelajaran sejarah sebagai sesuatu yang asyik dan menyenangkan.

”Kami sudah menyiapkan berbagai program untuk diaplikasikan dalam kegiatan KABS. Dan KABS nantinya juga bisa menjadi mediator, sekaligus fasilitator bagi kemunculan club-club sejarah disekolah-sekolah.,” jelas Lysthano. [arsindo/PR-YHI/foto:historikaindonesia]

No Comments so far

Jump into a conversation

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.