Cuplikan Kisah 100 tahun Stasiun Manggarai

by Mei 4, 2018

Wilayah Manggarai, sudah dikenal sejak abad ke-17. Dahulu merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores, kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis. Meskipun jalur Batavia-Buitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, di daerah ini baru dibangun stasiun Manggarai pada tahun 1914 dan selesai 1 Mei 1918. Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan. Atap besi tidak dapat didatangkan karena meletusnya Perang Dunia I. Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS, dulu Staatsspoorwegen) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis. SS kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar stasiun Bukitduri (dipo KRL saat ini) eks-NIS dan membangun stasiun baru di Manggarai. Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. van Gendt. Ia juga mengarsiteki sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kompleks stasiun.Stasiun ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia yakni pada tanggal 3 Januari 1946, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang ditaruh pada jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.

Dikirim oleh Hoesein Rushdy pada 2 Mei 2018

Wilayah Manggarai, sudah dikenal sejak abad ke-17. Dahulu merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores, kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis.

Meskipun jalur Batavia-Buitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, di daerah ini baru dibangun stasiun Manggarai pada tahun 1914 dan selesai 1 Mei 1918.

Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan. Atap besi tidak dapat didatangkan karena meletusnya Perang Dunia I.

Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS, dulu Staatsspoorwegen) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis. SS kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar stasiun Bukitduri (dipo KRL saat ini) eks-NIS dan membangun stasiun baru di Manggarai.

Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. van Gendt. Ia juga mengarsiteki sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kompleks stasiun.Stasiun ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia yakni pada tanggal 3 Januari 1946, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang ditaruh pada jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.

Sumber : FB Rushdy Hoesein
foto : heritage KAI

No Comments so far

Jump into a conversation

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.