Sebuah Perpisahan

by September 8, 2015

Setengah tahun kemudian…

Lurah Pakis menerima kabar mengharukan itu dengan tubuh gemetar. Sebagai seorang pemimpin masyarakat, mendengar kabar kematian adalah sudah merupakan hal biasa. Tetapi kabar kematian ini lain…

Setelah berusaha menguasai keadaan, ia lantas menundukan diri. Matanya terpejam. Air matanya mengalir. Terbayanglah wajah lelaki  ringkih  namun memiliki jiwa perkasa: tersenyum dari balik tandu sambil melambaikan tangan kepada rakyat Desa Pakis. Ah, sesungguhnya ia masih muda…ya masih belia sebagai seorang laki-laki. Karena api perjuangan dan kecintaan kepada tanah air serta rakyatnya, menjadikan ia harus bertindak melampaui usianya.

Sembah bekti dalem kekalih kahaturno, Jenderal…(hendijo)

Pages: 1 2 3

No Comments so far

Jump into a conversation

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.