Di Balik Baju Zirah yang Berlubang

by Januari 13, 2015
BAJU ZIRAH PORTUGIS. Beberapa baju zirah tentara Portugis yang berhasil dirampas para prajurit Cirebon pada Juni 1527 (foto:hendijo)

BAJU ZIRAH PORTUGIS. Beberapa baju zirah tentara Portugis yang berhasil dirampas para prajurit Cirebon pada Juni 1527 (foto:hendijo)

Kendati sudah berusia 487 tahun, baju-baju zirah itu masih terlihat garang. Kalaupun ada cacat alami itu hanya guratan-guratan kecil berwarna hijau toska keputih-putihan tanda korosi (karat) di sebagian pinggiran besi yang mirip kulit binatang trenggiling tersebut. Namun uniknya, hampir sebagian besar baju zirah milik tentara Portugis itu berlubang. ” Ini akibat tertembus tombak dan anak panah prajurit gabungan Cirebon dan Demak yang dipimpin oleh Fatahillah,”ungkap R. Hafid Permadi, salah satu pemandu di Istana Kanoman, Cirebon, tempat beradanya baju-baju zirah itu.

Saat menelisik secara lebih mendalam lubang-lubang di baju zirah itu, pikiran saya sampai pada kesimpulan: senjata-senjata tajam yang berhasil merobek besi kekuning-kekuningan dan memutus rantai-rantai kecil yang menjadi pengikat serpihan besi-besi di baju zirah itu pastilah memiliki daya tembus yang menakjubkan. Selain itu, saya juga berpikir tenaga luar biasa para prajurit Nusantara yang menjadi daya dorong senjata-senjata mematikan itu hingga berhasil menewaskan para pemakai baju-baju zirah tersebut.

” Senjata-senjata para prajurit itu tidak sembarangan karena dibuat dari batu-batu meteor yang jatuh ke bumi dan tenaga yang dilesakkan pun pastinya mengandung tenaga dalam yang saat itu merupakan ketrampilan biasa bagi para prajurit di Nusantara,” tutur Hafid.

Berbeda dengan Hafid, Ki Herman Sinung Janutama menyebut baju-baju zirah itu berlubang karena ditembus peluru dari senjata api para penembak runduk Cirebon dan Demak. Sejarawan asal Yogyakarta itu meyakini bubuk mesiu dan senjata api serta meriam sudah dimiliki militer kerajaan-kerajaan di Nusantara kala itu. ” Jangan pernah menyangsikan jika saat itu Demak, Cirebon dan Banten sudah bisa membuat senjata api dan meriam serta meracik bubuk mesiu karena persentuhan mereka dengan orang-orang Persia dan Turki,” ujar penulis buku Fakta Mengejutkan: Majapahit Kerajaan Islam itu kepada saya beberapa waktu lalu.

Juni 1527, Portugis sempat bentrok dengan Demak dan Cirebon. DalamThe Earliest Portuguese Sources jor History of Jakarta , Adolf Heuken SJ menyebut pertempuran itu sendiri terpicu oleh adanya kesepakatan bilateral antara Kerajaan Pajajaran dengan Portugis pada 21 Agustus 1522. Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa orang Portugis akan membuat loji (perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng) di Pelabuhan Sunda Kelapa (sekarang menjadi kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara) , sedangkan Pajajaran akan menerima barang-barang yang diperlukan. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesepakatan itu, raja Pajajaran Prabu Surawisesa akan memberikan kepada orang-orang Portugis 1.000 keranjang lada sebagai tanda persahabatan begitu pembangunan loji dan benteng dimulai.

Kerjasama bilateral Pajajaran-Portugis dimaknai oleh Demak sebagai provokasi politik. Sebagai bentuk respon dari adanya perjanjian kerjasama itu, Sultan Trenggono dari Demak menugaskan Fatahillah (seorang panglima perang berdarah Arab-Aceh) untuk menjalin kerjasama militer dengan Kesultanan Cirebon demi menghancurkan armada Portugis sekaligus merebut kota Sunda Kalapa.

Maka pada 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak-Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (dalam lidah Portugis disebut Faletehan) secara tiba-tiba menyerang dan berhasil merebut Sunda Kelapa. Peristiwa tanggal 22 Juni inilah yang hingga kini selalu dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta. Guna mengenang kemenangan tersebut, nama Sunda Kelapa lantas diganti menjadi Jayakarta. Banyak kalangan sejarawan menerjemahkan artinya secara singkat sebagai “kota kemenangan” atau “kota kejayaan”. Namun menurut Jan Gonda (1951) dalam Sanskrit in Indonesia, secara lengkap kata-kata yang diambil dari bahasa Sanskerta itu artinya adalah “kemenangan yang diraih karena suatu upaya kerja keras”. (hendijo)

1 Comment so far

Jump into a conversation
  1. aka
    #1 aka 25 Maret, 2015, 13:18

    Saya suka sangat membaca tentang sejarah nusatara & boleh menambah ilmu pengetahuan…Thanks admin..

    Reply this comment

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.