RESENSI

Kisah Soedirman Berwajah Indo

Sebuah film tentang jenderal Indonesia legendaris yang (mungkin) dikerjakan secara terburu-buru. Pengepungan itu berlangsung sangat mencekam. Ratusan prajurit dari Pasukan Khusus Komando (KST) militer Belanda bergerak pelan namun pasti ke arah rumah kecil di tengah hutan yang ditempati “Panglima Besar Jenderal Soedirman” dan para pengikutnya. Tak ada jalan keluar. “ Tenanglah,” bisik seorang lelaki  “berwajah Indo” yang kepalanya dibalut kain blangkon, coba mengatasi kepanikan para anak buahnya. Dengan berat hati, saya harus menyatakan aktor Adipati Dolken yang memerankan Jenderal Soedirman lebih mirip sinyo yang tengah menyamar dibanding sosok Sang Panglima Besar tersebut. Selain wajahnya yang terlalu kebule-bulean, sikap Dolken juga jauh dari gerak-gerik seorang tentara. Salah satu buktinya, sikap hormat

Read More

Rekam Jejak Desersi Nippon

Sebuah memoir pertama dari seorang tentara Jepang yang memilih berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sarat dengan kisah-kisah kepahlawanan yang membahana. Tahun 2001, dunia sinema tanah air pernah diramaikan dengan munculnya Merdeka 170845. Film yang merupakan produksi bersama Tokyo Film Production dan Rapi Film itu, berkisah tentang dua serdadu Jepang yang membelot dan berpihak kepada perjuangan orang-orang Indonesia. Namun di tanah air sendiri, peredaran film tersebut justru terjegal. Pemerintah Indonesia tidak berkenan karena menilai beberapa adegannya merendahkan harga diri bangsa. Dan belakangan banyak juga kritikus film curiga, Merdeka 170845 tak lebih sebagai upaya membangkitkan kembali semangat chauvinism oleh kelompok kanan di Jepang. Kini sesudah sepuluh tahun terjegalnya Merdeka 170845, kisah yang sama

Read More

Mitologi atau Kenyataan?

Sebuah buku yang dituduh penuh dengan mitos TAHUN 1990-an, penyair W.S. Rendra pernah membuat sebuah puisi berjudul Demi Orang-Orang Rangkasbitung. Puisi yang ditulis di Bojonggede pada hari kelima bulan November tersebut, berkisah tentang curahan hati imajiner seorang asisten residen mengenai kondisi sosial politik saat itu di Indonesia (tahun 1990-an) yang dinilainya tidak berbeda dengan situasi Keresidenan Lebak di abad 19: penuh penindasan terhadap rakyat kecil. Sejatinya puisi Rendra yang kerap dibacakan dalam berbagai demonstrasi mahasiswa era Orde Baru tersebut terinspirasi dari Max Havelaar. Itu nama sebuah novel karya Multatuti (nama pena Eduard Douwes Dekker), yang diterbitkan pertama kali pada 1860 di negeri Belanda. Eduard sendiri merupakan mantan Asisten Residen Lebak

Read More

Geger 1965 Rasa Hollywood

Sebuah film tentang Indonesia dan sisi-sisi gelapnya di tahun 1965. SAYA ingat, suatu berita menarik dari sebuah surat kabar yang saya baca ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (1985-an). Seorang produser dari Hollywood (saya lupa namanya) berminat mengangkat hidup Sukarno (proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia) ke layar lebar. Entah bagaimana kelanjutan rencana tersebut? Yang jelas hingga kini, hanya beberapa film Hollywood yang menampilkan Bung Karno. Itu pun sebatas tokoh pelengkap saja. Salah satu film Hollywood yang sempat menampilkan Bung Karno sebagai tokoh figuran adalah The Year of Living Dangerosly (TYOLD). Di film yang diangkat dari novel Christopher J.Koch itu, Bung Karno (diperankan oleh aktor Filipina, Mike Emperio) sempat ditampilkan

Read More

Persahabatan dari Kebon Djati

Bagaimana 2 sahabat lama harus bertemu sebagai musuh dalam perang? HARI_HARI ini, saya lagi “menggilai” film-film alternatif. Film-film bagus yang sebagian besar bukan made in Hollywood itu, dalam kenyataannya memang agak susah dicari. Untuk mendapatkannya, saya harus banyak “bergerilya” ke lapak-lapak penjualan VCD atau DVD  di Jakarta dan Bandung. Atau jika mentok, ya terpaksa saya harus titip kepada kawan-kawan yang ada di negeri-negeri seberang sana. Oeroeg adalah salah satu film karya para sineas Belanda yang tengah saya incar. Bagi saya, ini film menarik dan laik ditonton. Mengapa? Berbeda dengan film-film tentang Perang Kemerdekaan Indonesia pada umumnya, Oeroeg tidak jatuh dalam jebakan propaganda. Alih-alih subyektif, film ini malah mencoba untuk masuk

Read More

Gejolak Revolusi di Selatan Jakarta

Revolusi bukan hanya menjatuhkan banyak korban tapi juga mengangkat para garong sebagai raja lokal. JEANETTE Tholense mengenangnya sebagai peristiwa kelam dalam hidupnya. Suatu siang Oktober 1945, segerombolan pemuda bersenjata menggeruduk rumah orangtuanya di Kerkstraat (kini Jalan Pemuda), Depok. Selain merampok, para pemuda prokemerdekaan itu membunuh salah seorang saudaranya, Hendrick Tholense. Merasa tak aman lagi, Jeanette dan keluarganya mengungsi ke rumah saudara di Jalan Bungur. Alih-alih terlindungi, mereka malah menjadi tawanan para pemuda. “Semua disuruh buka baju. Yang lelaki tinggal pakai celana kolor dan yang perempuan tinggal pakaian dalam saja. Kami digiring ke Stasiun Depok Lama,” ujar perempuan kelahiran Bandung, hampir 80 tahun lalu. Kisah pilu Jeanette merupakan salah satu serpihan

Read More

Petualangan Empat Serdadu

Sebuah novel antropologis  yang kaya akan detail-detail Borneo di tahun 1800-an. TAHUN 1860. Kalimantan sebagian besar masih merupakan rimba raya. Binatang liar berkeliaran. Ratusan suku dari etnis Dayak bertebaran, hidup berdampingan dengan tradisi budaya mengayau (penggal kepala). Di tengah situasi itu, Belanda coba merambah tanah Kalimantan. Mengerahkan ribuan serdadu lengkap dengan jutaan peralatan perang dan peluru. Tujuannya, tentu saja hanya satu: menaklukan tanah yang kaya akan emas dan rotan itu. Schlickeisen, Wienersdorf, La Cuelle dan Yohanes adalah bagian dari ribuan serdadu itu. Mereka tergabung dalam sebuah bataliyon yang ditempatkan di sebuah kawasan liar bernama Kuala Kapuas. Pada awalnya mereka dijanjikan gaji tinggi dan jaminan hidup senang oleh pemerintah Belanda. Tapi

Read More

Obat Amnesia Saksi Denmark

“ Mungkin kita terlibat dalam peristiwa itu. Saya sudah lupa…” (William Colby, Direktur CIA divisi Asia 1962-1967) LEMBARAN  kertas tua itu memiliki fungsi ganda di zamannya. Tidak hanya sekadar kartu masuk untuk mendarat bagi pelaut asing (shorepass), namun juga menjadikan Kasper sebagai salah seorang saksi perkelahian politik penuh darah di sebuah surga bernama Indonesia.Siapakah Kasper?Dia tak lain adalah alter ego-nya Peer Holm Jorgensen, nama pelaut Denmark yang pernah singgah beberapa minggu di Pelabuhan Tanjung Priok dan Palembang. Dengan mengunakan kapal dagang bernama Clementine, menjelang akhir September 1965, Kasper tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan memutuskan untuk kerja di kapal dagang lain DGM Jessie sebagai seorang koki.Sambil menunggu Jessie menarik jangkar,

Read More

Propaganda Saudara Tua

Kisah  tentara Jepang yang membelot dan berpihak kepada perjuangan Indonesia.Menarik, namun terasa lebay di sana-sini. BEBERAPA tahun yang lalu, saat melakukan sebuah riset di daerah Kedu,Jawa Tengah, saya sempat mendengar cerita menarik sekitar Perang Kemerdekaan dari seorang veteran pejuang setempat. Katanya, dulu ada satu regu eks tentara Jepang yang membelot dan bergabung dalam batalyon TNI pimpinan  Achmad Yani (yang kelak menjadi salah satu korban Gerakan 30 September 1965). Mereka dikenal sangat berani dan ditakuti oleh serdadu Belanda. Saya yakin, cerita itu bukan hanya isapan jempol belaka. Menurut  Hayashi Eiichi, selama 1945-1949 kurang lebih 1000 serdadu Jepang memilih tinggal dan bahu membahu bersama pejuang Indonesia melawan Belanda. “Di Jepang, mereka dikenal

Read More

Rekam Jejak Kegilaan Indonesia

Buku yang mengisahkan perjalanan berdarah-darah sebuah bangsa saat melaju menuju demokrasi MINGGU,21 Maret 1999. Senja baru saja mengunjungi pinggiran kota Sambas saat seorang bule jangkung tergagap-saat ditawari sepotong daging setengah matang oleh seorang prajurit Melayu. Daging berwarna kelabu itu berasal dari tubuh seorang Madura yang baru beberapa jam lalu berhasil mereka tembak dengan sebilah senapan buru. “Katakan kepadanya tidak, saya tidak mau itu,” ujarnya kepada Budi, sopir sekaligus penerjemahnya. Budi lantas berbicara kepada lelaki Melayu itu. Demi mendengar penjelasan tersebut, alih-alih menghentikan aksinya, sang prajurit itu malah tergelak sembari secara demonstratif menjejalkan potongan daging manusia itu ke mulutnya. “Enak. Serasa daging ayam,” serunya. Inilah salah satu penggalan kisah yang menurut

Read More