KRONIK

Soekarno, Presiden Terbanyak yang Mengoleksi Lukisan

Presiden pertama RI Soekarno memiliki sekitar 200-an lukisan karya maestro Basoeki Abdullah dan karya pelukis mooi indie tersebut menjadi lukisan terbanyak yang dikoleksi oleh Soekarno. “Presiden Soekarno memiliki banyak lukisan karya Pak Bas, dan lukisan-lukisan yang dikoleksinya memiliki tema sangat beragam dan penting terutama tema nasionalisme, sejarah, mitologi seperti lukisan Nyi Roro Kidul,” kata kurator pameran “Lacak!!!” sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Mikke Susanto di Jakarta, Selasa. Salah satu cerita menarik adalah ketika Soekarno berkirim surat kepada Tuan Hasan Sastra Atmadja pemilik media Nusantara karena Soekarno tertarik pada salah satu lukisan Basoeki Abdullah yang objeknya adalah Nyonya Hasan. Surat pribadi tersebut pun dipamerkan dalam pameran “Lacak!!!” yang digelar di

Read More

Sambut Sumpah Pemuda, Museum Gelar Pameran “Emma Poeradiredja”

Museum Sumpah Pemuda menampilkan biografi salah satu anggota perempuan Kongres Pemuda, yaitu Emma Poeradiredja, dalam pameran “Emma Poeradiredja Tokoh Pejuang Wanita Tiga Zaman” pada 26 Oktober hingga 26 November di Jakarta. Kepala Museum Sumpah Pemuda Uryati di Jakarta, Kamis, mengatakan ini adalah kali pertama museum tersebut menampilkan tokoh perempuan yang terlibat dalam Kongres Pemuda. “Selama ini kami selalu menampilkan tokoh laki-laki, padahal pada kongres tersebut juga ada perempuan. Karena itu, kami tertarik menampilkan tokoh Emma,” kata Uryati. Dia mengatakan dipilihnya tokoh Emma Poeradiredja karena dia sudah aktif berjuang sejak zaman penjajahan Belanda, Jepang, hingga setelah kemerdekaan. Emma hadir pada Kongres Pemuda I pada 30 April hingga 2 Mei 1926 sebagai

Read More

Historika Gelar Workshop dan Gagas Komunitas Belajar Sejarah

Dalam upaya melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kearifan dan kekayaan nilai sejarah bangsa Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Fasilitasi Komunitas Kesejarahan Tahun 2017 memberikan Bantuan Pemerintah kepada individu maupun kelompok masyarakat di Indonesia untuk melestarikan nilai sejarah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, bantuan ini digunakan antara lain untuk melindungi, mengembangkan dan memperkuat segala inisiatif pengembangan kesejarahan di Indonesia. Dan Yayasan Historika Indonesia menjadi salah satu komunitas yang memperoleh bantuan tersebut. Salah satu kegiatan yang Yayasan Historika Indonesia selenggarakan adalah Workshop dan Lomba Penulisan Sejarah. Acara yang diselenggarakan kemarin, 30 September 2017 berjalan sukses dan lancar. Diawali dengan tahap seleksi tulisan awal yang dikirim oleh 300 peserta, hingga

Read More

Khawatir Sejarah RI Berubah, Sejarawan UI Tolak Riset Belanda

Riset Belanda soal kekerasan dalam perang kemerdekaan di Indonesia memunculkan kontroversi. Mereka bakal menyoroti periode Bersiap yang penuh kekerasan. Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) ini menolak penelitian yang diinisiasi tiga lembaga Belanda ini. Penelitian itu bertajuk ‘Dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia, 1945-1950’, menggunakan dana 4,1 juta Euro. Penelitian dimulai pada September ini. “Saya dengan teman-teman angkatan ’45 menolak. Karena, borok itu mestinya dikompres biar adem. Tapi kalau dicutik pakai lidi, bisa bengkak,” kata sejarawan dari UI, Rushdy Hoesein, saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/9/2017). Dia telah merintis Yayasan Ermelo beranggotakan para veteran perang divisi Siliwangi. Mereka telah menjalin hubungan baik dengan veteran Belanda yang dulu juga berdinas di Indonesia

Read More

Kemendikbud dan YHI Gelar Lomba Penulisan Sejarah

Dalam rangka menumbuhkan minat siswa, khusunya tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Yayasan Historika Indonesia, menggelar acara “Lomba Penulisan Sejarah”. Acara yang sudah digelar sejak awal bulan September hingga oktober nanti, terdiri dari beberapa rangakaian kegiatan, mulai dari seleksi, workshop, pemberian penghargaan hingga rencana pembukuan dari artikel lomba. Menurut Abdul Basyith, Direktur Eksekutif Yayasan Historika Indonesia (YHI), acara ini merupakan upaya dari YHI untuk menumbuhkan kecintaan dan gairah generasi kekinian terhadap sejarah. “Lomba ini merupakan usaha untuk mengaktifkan peran masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk bisa menggali nilai-nilai positif dari peristiwa sejarah,” ujar Basyith. Menurut Basyith, acara ini terbuka bagi pelajar tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat

Read More

Website Wisata Sejarah Majapahit Diluncurkan

Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya yang berlokasi di dekat situs Kerajaan Majapahit memperkenalkan website resminya guna membuka akses pengetahuan kepada seluruh masyarakat. Keberadaan website itu diharapkan bisa menjadi pemandu masyarakat Indonesia untuk mengetahui lokasi-lokasi bersejarah di Indonesia, sekaligus menjadi akses bagi para pemerhati sejarah internasional lebih mengenal kerajaan-kerajaan di Indonesia, khususnya kerajaan Majapahit. “Sejak jaman kerajaan, negara-negara tetangga merupakan sahabat bangsa kita. Harapannya dengan website ini, mereka bisa mengakses keterbukaan untuk mempelajari sejarah bangsa kita,” kata pemerhati sejarah dan budaya Deddy Endarto dalam acara soft-launching website di Jakarta, Kamis. Deddy Endarto mengatakan, hadirnya website www.tpdsm.org juga harus dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan

Read More

Panglima TNI Siap Bantu Veteran Perang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan  akan siap membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan para veteran perang yang sudah berjasa untuk negara. “Negara masih rutin memberikan tunjangan kepada para veteran perang,” kata Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis. Namun, tidak menutup kemungkinan, masih ada veteran yang belum terdata sehingga tidak menerima haknya dari negara. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat mau membantunya dalam mendata mereka yang telantar. “Kalau ada veteran yang ditelantarkan, informasikan kepada kami,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini. Menurut dia, salah satu upaya meringankan beban kehidupan veteran perang ini dengan melakukan bedah rumah atau renovasi gratis dari TNI terhadap kediaman veteran yang dinilai

Read More

Kisah Hidup Sultan Agung Siap Difilmkan

Sutradara Hanung Bramantyo siap mengangkat kisah hidup dan perjuangan raja pertama Kerajaan Mataram Sultan Agung ke dalam film layar lebar. Dengan mengambil judul “Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta” film yang diproduseri B.R.A. Mooryati Sudibyo itu menggaet aktor Aryo Bayu yang memerankan Sultan Agung dan Anindya Kusuma Putri sebagai Ratu Batang, permaisuri Sultan Agung. “Saya sangat kaget ketika Ibu Mooryati yang bukan orang film berniat membuat film yang bukan film horor, komedi, atau cinta. Namun, film yang belum pernah disentuh oleh orang film sekalipun,” ujar Hanung Bramantyo ketika menyampaikan rencana produksi film tersebut di Jakarta, Selasa. Ia menegaskan bahwa Sultan Agung merupakan sosok yang pernah ada di Tanah Air, bukan

Read More

Sutasoma Asli Karya Mpu Tantular Dipamerkan di Museum Nasional

Kakawin atau syair Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular, dimana bait “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi semboyan negara Indonesia akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Nasional, Jakarta, pada pameran Arsip Lahirnya Pancasila pada 2-15 Juni 2017. “Sutasoma yang dipamerkan adalah dokumen asli yang ditulis Mpu Tantular di daun lontar,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan dokumen Perpustakaan Nasional akan menjadi salah satu karya agung yang diperlihatkan dalam pameran tersebut. Demi keamanan, setiap hari dokumen itu akan dibawa pulang ke Perpustakaan Nasional. Selain itu dokumen yang menjadi sorotan dalam pameran tersebut adalah lembar sidang BPUPKI, pidato Soekarno yang menjelaskan tentang Pancasila, dokumen

Read More

Cerita di Balik Gambar Pattimura

Pada mulanya Pattimura adalah nama, kemudian jadi gelar. Di bawah Pattimura, umat Muslim dan Kristiani Maluku bersatu melawan Belanda. DI dunia maya tersebar meme hubungan uang dan kemerdekaan, yang berbunyi: “Merdeka adalah saat Sukarno dan Hatta berbaris di dompet. Jika yang berbaris Pattimura berarti masih perjuangan.” Sukarno-Hatta adalah gambar di uang kertas nilai tertinggi, Rp100.000. Sedangkan gambar Kapitan Pattimura tercantum dalam uang kertas nilai terendah, Rp1.000. Ada cerita menarik di balik gambar Pattimura alias Thomas Matulessy (1783-1817), yang barang kali tidak banyak diketahui orang. Ternyata, gambar Pattimura yang awal berbeda dengan gambar di uang kertas Rp1.000. Menurut Des Alwi Abu Bakar dalam Sejarah Maluku, Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon,

Read More