HIKAYAT NUSANTARA

Kematian Jenderal yang Diasingkan

Loyalis Presiden Sukarno itu tewas dalam kondisi kepala tertembus peluru. MALAM SEMAKIN LARUT di kawasan Jalan Prof.Dr.Soepomo, Jakarta. Jarum jam hampir menujukan angka sebelas, saat Atit melangkah menuju ruang kerja sang paman: Letnan Jenderal KKo AL(Korps Komando Angkatan Laut) Hartono. Maksud hati ingin berpamitan  untuk pulang ke rumahnya di Tanjung Priuk, namun apa daya   belum sempat meraih gagang pintu, gadis kecil belasan tahun yang masih duduk di bangku SMP itu tiba-tiba dikejutkan oleh suara tangan menggebrak meja, disusul oleh bentakan keras sang paman: “Saya hanya takut kepada Saptamarga!” Saptamarga adalah tujuh pasal yang harus dipatuhi oleh para prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia). Dalam setiap upacara militer, pasal-pasal itu kerap

Read More

Semalam di Tjiandjoer

Kisah sebuah kota tua dengan segala pernak-perniknya dari masa ke masa GELAP sebentar lagi enyah dari Cianjur. Pertigaan antara Jalan Soeroso dan Jalan Taifur Yusuf, mulai dipenuhi lalu lalang kendaraan dan manusia. Mereka sebagain besar adalah orang-orang yang akan berbelanja keperluan sehari-hari di Pasar Induk, sebuah sentra perbelanjaan tradisional terbesar di Cianjur yang  terletak di seberang Jalan Soeroso. Sementara itu, suara orang mengaji masih bersipongan dari menara Masjid Agung. Lantunannya yang khas mengingatkan saya pada Kiyai Haji Nanang Kosim, seorang pembaca Al Qur’an ternama era 80-an. Saya bangkit dari bangku usang sebuah warung kopi yang ada di seberang bekas kantor Polres Cianjur. Usai menghabiskan cairan hitam yang tinggal separoh di

Read More

Raja Jawa dan Penjual Beras.

Seorang sultan yang memperlakukan rakyatnya sebagai raja. SIAPA raja Jawa terbesar sepanjang zaman? Para sejarawan boleh saja menyebut  Panembahan Senopati sang pendiri Kerajaan Mataram atau Sultan Agung Hanyokrokusumo yang pernah dua kali menggempur VOC di Batavia. Namun jika pertanyaan itu dilontarkan kepada para sepuh di Yogyakarta saat ini, maka mereka akan menyebut nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Mengapa dia? Saat dalam bus kota menuju Bantul, seorang perempuan tua yang duduk di sebelah saya menyebut kebaikan, kesederhanaan dan kemurahan  Sri Sultan semasa hidup adalah yang menjadikannya  dekat di hati rakyat. Begitu pula saat pertanyaan sama saya ajukan kepada seorang petani  bernama Soewarso di wilayah Krebet, dengan takzim ia menyebut nama

Read More