Posts From admin

LVRI Rencanakan Bangun “Surabaya Veterans Memorial Park”

Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berencana membangun “Surabaya Veterans Memorial Park” di sekitar kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya. “Kami sudah membuat maketnya. Namanya adalah “Surabaya Veteran Memorial Park” atau Monumen Veteran. Kami tawaran ke Pemkot Surabaya untuk membangunnya,” kata Ketua DPC LVRI Surabaya Hartoyik usai acara HUT ke-60 LVRI yang digelar di Islamic Centre Surabaya, Rabu.

Read More

Masa Liburan, Kunjungan ke Museum Wajakensis Meningkat

Kunjungan ke Museum Wajakensis, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, meningkat selama musim libur Natal dan tahun baru 2017 dengan volume kenaikan mencapai 40 persen dibanding hari libur biasa. “Ada kenaikan volume kunjungan dari kalangan pelajar selama liburan kemarin,” kata pengelola museum Wajakensis, Hariyadi, di Tulungagung, Senin. Ia mengatakan, pada hari biasa atau libur biasa volume kunjungan hanya di kisaran 300-an orang per hari. Namun sejak libur sekolah akhir pertengahan Desember 2016 atau selama libur Natal hingga tahun baru 2017 volume kunjungan meningkat hingga 500-an per hari. “Selain ingin mengenal peninggalan bersejarah, sebagian pelajar yang datang mendapat pekerjaan rumah dari guru sekolah masing-masing,” katanya. Hariyadi mengatakan, peningkatan kunjungan pelajar ke museum menjadi

Read More

30 Oktober 1946, Uang Kertas Bergambar Bung Karno Resmi Beredar

Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang diterbitkan Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. Resmi beredar pada 30 Oktober 1946, ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal Rp 100 bergambar Bung Karno. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus. Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI

Read More

BAMBU RUNCING, DARI TAHI KUDA HINGGA RAPALAN DOA

Sjafta (90) masih ingat kejadian 68 tahun lalu itu. Di pagi hari yang dingin, bersama 18 orang kawan-kawannya mereka mengendap-endap di suatu bukit hijau yang mengapit jalan setapak, rute yang dikatakan telik sandi kesatuannya, akan dilewati patroli militer Belanda. Tak ada senjata api kecuali stengun yang dipegang Letnan Anwar (itupun pelurunya terbatas). Semuanya masing-masing hanya memegang sebilah bambu runcing yang dibuat mendadak di hutan Caringin (terletak di tenggara Cianjur) malam harinya. Satu menit, lima menit, seperapat jam, setengah jam waktu terus berlalu dalam sunyi dan tarikan nafas mereka yang tertahan. Suasana tegang mencekam. Begitu waktu satu setengah jam berlalu, dari kejauhan tiba-tiba terdengar suara orang-orang berbicara dalam bahasa Belanda. Rupanya

Read More

Museum Sepi Pengunjung Karena Kurang Promosi

Museum-museum di Indonesia sepi pengunjung karena kurang dipromosikan, kata pengamat seni Debra H. Yatim. “Sebuah anomali, kita tinggal di Jakarta yang memiliki 56 museum, tapi masyarakatnya tidak mengunjungi museum,” ungkap Debra dalam diskusi tentang Museum Basoeki Abdullan di Museum Nasional, Jakarta, Senin. Bahkan, menurut Debra, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum pernah menginjakkan kaki di Museum Nasional, museum pertama di Asia Tenggara yang dibangun tahun 1778. Kebudayaan mengunjungi museum, ia melanjutkan, belum tumbuh dalam masyarakat Indonesia meski dua abad telah berlalu. Sebagai gambaran, jumlah pengunjung 365 museum di Indonesia yang berpenduduk 230 juta lebih dalam setahun sama dengan pengunjung Museum Louvre di Paris, Prancis, dalam kurun yang sama, yakni sepuluh

Read More

Balada Letnan Kebal Peluru

Jika pernah menyaksikan film ” Janur Kuning”, tentunya anda tak akan asing dengan tokoh “pejuang selon” yang diperankan oleh aktor Amak Baldjun. Digambarkan dalam film tersebut, saat adegan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke Yogyakarta, tanpa mengenal rasa takut tertembus peluru ia terus maju memburu serdadu-serdadu Belanda yang melakukan gerakan mundur seraya menembakan senjata-senjata mereka ke arah gerilyawan TNI berbaret hitam tersebut. Dalam sejarah Perang Kemerdekaan di Yogyakarta, sejatinya tokoh ini memang benar-benar ada. Namanya Letnan Komaruddin. Jabatannya komandan peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono (anak buah Letnan Kolonel Soeharto). Di kalangan anak buahnya, mantan prajurit PETA di Kalasan ini terkenal sebagai anti kogel/tahan peluru. Bahkan saking

Read More

Sebuah Perpisahan

Detik-detik saat Panglima Besar Soedirman meninggalkan Desa Pakis untuk kembali ke Yogyakarta Lelaki bertubuh ringkih itu terdiam sejenak. Usai terbatuk-batuk, ia lantas menatap surat yang sedang dibacanya. Sesekali  ia meninggalkan barisan huruf  dihadapannya. Matanya menerawang. Tak ada niat dalam hatinya untuk turun ke kota. Selain tak tega kepada puluhan ribu prajuritnya yang saat ini masih berjuang di gunung-gunung dan hutan-hutan, secara pribadi ia tak pernah menaruh kepercayaan lagi kepada niat baik musuhnya: Belanda. Namun permintaan di surat tersebut sungguh membuatnya gelisah. Memang benar Kolonel Gatot Soebroto secara hirarki adalah bawahannya. Tapi dari pengalaman hidup, jelas ia melebihinya. Ia pun mengenal dirinya seperti dia pun mengenal Gatot Soebroto.”…tidak asing lagi saya,

Read More

Kisah Soedirman Berwajah Indo

Sebuah film tentang jenderal Indonesia legendaris yang (mungkin) dikerjakan secara terburu-buru. Pengepungan itu berlangsung sangat mencekam. Ratusan prajurit dari Pasukan Khusus Komando (KST) militer Belanda bergerak pelan namun pasti ke arah rumah kecil di tengah hutan yang ditempati “Panglima Besar Jenderal Soedirman” dan para pengikutnya. Tak ada jalan keluar. “ Tenanglah,” bisik seorang lelaki  “berwajah Indo” yang kepalanya dibalut kain blangkon, coba mengatasi kepanikan para anak buahnya. Dengan berat hati, saya harus menyatakan aktor Adipati Dolken yang memerankan Jenderal Soedirman lebih mirip sinyo yang tengah menyamar dibanding sosok Sang Panglima Besar tersebut. Selain wajahnya yang terlalu kebule-bulean, sikap Dolken juga jauh dari gerak-gerik seorang tentara. Salah satu buktinya, sikap hormat

Read More

Museum Italia Dipimpin Warga Negara Asing

Museum-museum di Italia yang memajang mahakarya Michelangelo dan Boticelli akan dipimpin oleh warga negara asing untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemerintah Italia melakukan perombakan setelah salah satu pejabat senior mengatakan manajemen museum-museum ini “skelerotik,” tidak bisa mengikuti kebutuhan dan perkembangan zaman. “Sistem museum-museum ini mengidap skelerotik. Sistemnya lemah, tak punya sumber daya dan aturan,” kata Paolo Baratta kepada La Repubblica, Selasa, 19 Agustus 2015. Baratta ditugaskan Kementerian untuk memandu proses seleksi direktur-direktur museum. “Ini adalah situasi yang berbeda dari yang terjadi di luar negeri dimana museum adalah mesin budaya yang nyata,” kata Baratta yang kini memimpin Venice Biennale—pameran seni berusia 120 tahun. Perombakan ini juga merupakan bagian dari reorganisasi pelayanan

Read More

Usia 103 tahun, Fakih Yuhana Veteran Tertua di Bandung

Fakih Yuhana, pria yang tinggal Desa Palasari Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, dinobatkan sebagai veteran tertua yang masih bersama kita, di wilayah Bandung, oleh Legiun Veteran Republik Indonesia Markas Daerah Jawa Barat. “Bapak lahir di Sumedang, 2 Februari 1912. Tapi sekarang tinggal di Cilengkrang,” kata Yuhana, disela-sela acara Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Jawa Barat, di Kota Bandung, Senin. Jadi usianya sudah 103 tahun, Perang Dunia I terjadi pada 1915-1919 dan Perang Dunia II pada 1939-1945. Sedikit mengungkit fakta, pada 15 April 1912 itu kapal Titanic tenggelam. Dia membahasakan diri dengan kata “bapak”, bukan “kakek” atau “aki” dalam bahasa Sunda biasa atau halus. Keriput jelas menggurat di wajah pria yang saat

Read More