Posts From admin

Panglima TNI Siap Bantu Veteran Perang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan  akan siap membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan para veteran perang yang sudah berjasa untuk negara. “Negara masih rutin memberikan tunjangan kepada para veteran perang,” kata Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis. Namun, tidak menutup kemungkinan, masih ada veteran yang belum terdata sehingga tidak menerima haknya dari negara. Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat mau membantunya dalam mendata mereka yang telantar. “Kalau ada veteran yang ditelantarkan, informasikan kepada kami,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini. Menurut dia, salah satu upaya meringankan beban kehidupan veteran perang ini dengan melakukan bedah rumah atau renovasi gratis dari TNI terhadap kediaman veteran yang dinilai

Read More

Kisah Hidup Sultan Agung Siap Difilmkan

Sutradara Hanung Bramantyo siap mengangkat kisah hidup dan perjuangan raja pertama Kerajaan Mataram Sultan Agung ke dalam film layar lebar. Dengan mengambil judul “Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta” film yang diproduseri B.R.A. Mooryati Sudibyo itu menggaet aktor Aryo Bayu yang memerankan Sultan Agung dan Anindya Kusuma Putri sebagai Ratu Batang, permaisuri Sultan Agung. “Saya sangat kaget ketika Ibu Mooryati yang bukan orang film berniat membuat film yang bukan film horor, komedi, atau cinta. Namun, film yang belum pernah disentuh oleh orang film sekalipun,” ujar Hanung Bramantyo ketika menyampaikan rencana produksi film tersebut di Jakarta, Selasa. Ia menegaskan bahwa Sultan Agung merupakan sosok yang pernah ada di Tanah Air, bukan

Read More

KAMP DI ATAS CIRANCA (Tapak-tapak kelam penumpasan gerakan Darul Islam)

SIANG belum mencapai puncaknya, saat mobil yang kami tumpangi menaiki sebuah dataran tinggi di Ciranca, sebuah kampung kecil yang terletak sekitar 80 km dari pusat kota Tasikmalaya. Suasana sunyi. Pohon-pohon besar berderet di sepanjang jalan kampung yang berbatu, seolah pelindung area tersebut dari sengatan cahaya matahari yang saat itu tengah mencorong garang. Sejenak Muhajir Salam, sejarawan muda asal Tasikmalaya, mengamati situasi. “ Sebentar lagi kita akan sampai…” ujar lelaki kelahiran tahun 1981 itu. Tepat di sebidang tanah datar, mobil berhenti. Kami turun hampir bersamaan. Sementara saya menyiapkan kamera, Muhajir melangkah menuju sebuah pohon bunga Wera yang nampaknya sudah berusia puluhan tahun. Sekitar satu meter dari pohon itu, ia pun berhenti

Read More

Sutasoma Asli Karya Mpu Tantular Dipamerkan di Museum Nasional

Kakawin atau syair Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular, dimana bait “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi semboyan negara Indonesia akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Nasional, Jakarta, pada pameran Arsip Lahirnya Pancasila pada 2-15 Juni 2017. “Sutasoma yang dipamerkan adalah dokumen asli yang ditulis Mpu Tantular di daun lontar,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan dokumen Perpustakaan Nasional akan menjadi salah satu karya agung yang diperlihatkan dalam pameran tersebut. Demi keamanan, setiap hari dokumen itu akan dibawa pulang ke Perpustakaan Nasional. Selain itu dokumen yang menjadi sorotan dalam pameran tersebut adalah lembar sidang BPUPKI, pidato Soekarno yang menjelaskan tentang Pancasila, dokumen

Read More

Cerita di Balik Gambar Pattimura

Pada mulanya Pattimura adalah nama, kemudian jadi gelar. Di bawah Pattimura, umat Muslim dan Kristiani Maluku bersatu melawan Belanda. DI dunia maya tersebar meme hubungan uang dan kemerdekaan, yang berbunyi: “Merdeka adalah saat Sukarno dan Hatta berbaris di dompet. Jika yang berbaris Pattimura berarti masih perjuangan.” Sukarno-Hatta adalah gambar di uang kertas nilai tertinggi, Rp100.000. Sedangkan gambar Kapitan Pattimura tercantum dalam uang kertas nilai terendah, Rp1.000. Ada cerita menarik di balik gambar Pattimura alias Thomas Matulessy (1783-1817), yang barang kali tidak banyak diketahui orang. Ternyata, gambar Pattimura yang awal berbeda dengan gambar di uang kertas Rp1.000. Menurut Des Alwi Abu Bakar dalam Sejarah Maluku, Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon,

Read More

Melacak Indonesia Lewat Rempah-Rempah

Di dalam kitab Taurat dikatakan bahwa Ratu Syeba selain memberikan ribuan kilogram emas kepada Raja Sulaiman, ia juga menyertakan sejumlah besar rempah-rempah. Dalam Al Quran lebih spesifiknya Surat Al-Insan ayat 6 memuat kata kapur barus sebagai campuran mata air dalam Surga. kapur barus dihasilkan oleh suatu tempat bernama Barus yang terletak di pesisir Sumatera Utara. Kisah perjalanan rempah terus berlanjut. Segenggam cengkeh ditemukan dalam wadah keramik yang terbakar di gurun pasir Suriah yang kemudian dinamakan situs Terqa. Para ahli mengidentifikasikan usia cengkeh berdasarkan usia tanah liat yang mengubur stus tersebut yaitu 1720 SM. Pada era dinasti Han (206 SM-220 SM) cengkeh menjadi sesuatu yang wajib untuk dikunyah para tamu sebelum

Read More

Inilah Mobil RI 1 dari Masa ke Masa

Baru-baru ini perjalanan dinas Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Barat mengalami gangguan kecil yakni mogoknya mobil kepresidenan yang ia tumpangi dalam perjalanan menuju Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, untuk meresmikan fasilitas pembangkit listrik 8 Mobile Power Plant. Mobil Mercedes-Benz S600 Guard keluaran 2007 yang dibawa dari Jakarta tersebut rupanya kendaraan kepresidenan yang sudah dibeli sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jokowi bukan satu-satunya Presiden RI yang melanjutkan penggunaan kendaraan kepresidenan dari era kepresidenan pendahulunya, sebab hal serupa juga pernah dirasakan oleh Presiden RI ketiga BJ Habibie, Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri. Berikut adalah mobil kepresidenan dari masa ke masa seperti yang dilansir redaksi Antara

Read More

Menggugat Ala Bung Tomo

Banyak dari kita barangkali cuma mengenal Sutomo alias Bung Tomo sebagai ikon pertempuran Surabaya pada November 1945. Lewat-pidato-pidatonya yang berapi-api, dengan slogan “merdeka atau mati” berikut pekik “Allahu akbar” yang menggetarkan arek-arek Suroboyo dalam menghadapi tentara Sekutu. Sebuah rumah di Jalan Mawar 10, Surabaya, menjadi salah satu saksi bisu aktivitas Bung Tomo membakar semangat massa Surabaya lewat corong radio. Ya, rumah itu disulap menjadi stasiun radio sekaligus tempat persembunyian Bung Tomo. Orang menyebutnya radio Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia. Selain Bung Tomo, ada Muriel Stuart Walker atau populer dengan nama K’tut Tantri yang bersiaran di sana. Perempuan asal Amerika Serikat yang kemudian menjadi penulis pidato Presiden Sukarno itu berjasa menyiarkan perjuangan

Read More

Melacak Jejak Sejarah Indonesia di Bekasi

SEJATINYA peran Bekasi sangat signifikan dalam perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Berbagai penelitian dan tulisan sejarah banyak menyinggung nama kota ini, terutama pada awal tumbuhnya Republik Indonesia. Demikian pernyataan Dr. dr. Rushdy Hoesein dalam seminar sejarah bertajuk “Bekasi di Masa Revolusi 1945-1949” yang diadakan oleh Historika Indonesia bekerja sama dengan komunitas sejarah Front Bekasi dan Kamasa Bandung pada Minggu (29/1/2017) di Gedung Mudzhalifah, Asrama Haji Kota Bekasi. Menurut sejarawan yang banyak mengabadikan dokumentasi sejarah itu, pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, geliat revolusi seolah tak pernah berhenti di Bekasi. “ Setelah kehilangan Jakarta, para pejuang Indonesia mundur ke arah timur dan bertahan lama di Bekasi, dari sini perlawanan terhadap Inggris

Read More

Kopi Jawa Bikin Kecanduan Orang Eropa

JIKA berkunjung ke Cianjur, anda akan menemukan tempat bernama Salakopi (ada juga yang bilang Selakopi). Kawasan yang masuk wilayah kota ini termasuk salah satu pusat keramaian. Ada mal besar dan kafe-kafe yang setiap harinya dipenuhi muda-mudi. “Salakopi memang tempat yang nyaman buat kongkow-kongkow sambil ngopi,” ujar Adam (31), anak muda Cianjur. Namun, tak banyak orang Cianjur tahu mengapa tempat tersebut bernama Salakopi. Seorang sepuh bernama Ohim (74) yang agak paham cikal bakal nama itu. Menurutnya, saat muda dia kerap mendengar bahwa zaman baheula, Salakopi merupakan hamparan kebun kopi produktif. “Nama Salakopi itu sendiri katanya berasal dari dua kata: sela dan kopi, artinya di sela-sela tumbuhan kopi,” ungkap kakek lima cucu

Read More