Posts From admin

Potret Buram Anak Kartini

Bayi itu lahir di Rembang pada 13 September 1904. Ia dinamai Soesalit. Ayahnya saat itu ialah Bupati Rembang: Raden Mas Adipati Ario Djojoadiningrat. Sedangkan ibunya adalah perempuan Hindia yang membuat takjub orang-orang di Belanda karena surat-suratnya tentang perempuan dianggap mendahului zamannya. Malang, saat sang bayi baru berumur empat hari, ibunya, Raden Ayu Kartini yang legendaris itu meninggal dunia. Sepeninggal ibunya, Soesalit sempat diasuh oleh neneknya: Ngasirah atau Nyonya Mangunwikromo, sebelum kembali diasuh sang ayah lagi. Saat Soesalit berumur delapan, kemalangan datang lagi: ayahnya meninggal dunia. Ia kemudian diurus oleh kakak tiri tertuanya, Abdulkarnen Djojoadiningrat, yang kelak menggantikan sang ayah menjadi Bupati Rembang. Meski tidak terlahir dari rahim yang sama, Abdulkarnen

Read More

HISTORIKA Gelar Diskusi Santai Sejarah Kopi

HISTORIKA-JAKARTA. Tidak bisa dipungkiri, sejarah telah mencatat bahwa nama Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbaik didunia. Menurut catatan sejarah, kopi Indonesia yang akhirnya dikenal dengan nama Java Coffee telah “merajai” pangsa pasar kopi dunia sejak tahun 1600-an. Industri kopi yang kian ramai saat ini juga tidak lepas dari peran cita rasa kopi asal Indonesia, bahkan gerai kopi terbesar saat ini tidak lepas dari jasa perkebunan kopi Indonesia. Demikian sekilas ulasan tentang sejarah kopi Indonesia era hindia Belanda hingga saat ini yang disampaikan oleh peneliti kopi dan periset sejarah kopi, Prawoto Indarto, dalam diskusi yang digelar HISTORIKA INDONESIA di DheRed Coffe & Resto di Warung Jati Jakarta, Sabtu (24/2) Menurut pemaparan

Read More

Jenderal AH Nasution Segera Menjadi Nama Jalan di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang melakukan sosialisasi perubahan salah satu ruas jalan di Ibu Kota. Jalan Buncit Raya (dari simpang Jalan Gatot Subroto sampai simpang Jalan T.B Simatupang), Jakarta Selatan diusulkan diubah menjadi Jalan Jendral Besar Dr A.H. Nasution. Wali Kota Jakarta Pusat, Tri Kurniadi, mengatakan usulan pergantian nama jalan oleh Ikatan Keluarga Nasution. Sosialisasi dilakukan selama kurang lebih 30 hari. “Ikatan Keluarga Nasution yang mengusulkan perubahan nama jalan. Sosialisasi dilakukan kurang lebih selama 30 hari,” kata Tri kepada wartawan, Selasa (30/1). Surat edaran yang dikeluarkan Kelurahan Mampang Prapatan juga menguatkan rencana pergantian nama jalan ini. Dalam copy-an surat yang diterima ArsipIndonesia.Com, disebutkan jalur jalan perbatasan Jl Jenderal Gatot

Read More

Peristiwa Lengkong dan Gugurnya Mayor Daan Mogot

Layaknya sebuah pekuburan, suasana sepi begitu terasa ketika memasuki Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Tangerang Selatan. Dedaunan yang gugur memenuhi sebagian areal makam. Diatas ke-48 makam tersebut disemat sebuah topi baja putih milik para pahlawan. Ke-48 makam yang terdapat di TMP Taruna ini merupakan pasukan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan taruna muda dari Akademi Militer (Militaire Academie) Tangerang dibawah pimpinan Mayor Daan Mogot. Ketika gugur, Mayor Daan Mogot baru berusia 17 tahun dan sedang melaksanakan tugas di Desa Lengkong, Tangerang Selatan. Peristiwa memilukan itu dikenal dengan sebutan Tragedi Lengkong. “Ini makam Daan Mogot dan para taruna. Mereka pahlawan di perang Lengkong dulu,” kata Jari, 52 tahun, juru makam di TMP

Read More

Bila Kolera Menyerang Batavia

Wabah difteri melanda tanah air pada penghujung 2017. Penyakit epidemi yang ditandai gejala peradangan saluran pernafasan dan demam ini lebih rentan menyerang anak-anak. Sebanyak 28 provinsi terjangkit wabah difteri, tak terkecuali Jakarta. Karena masifnya penularan dan besarnya jumlah korban meninggal, Kementerian Kesehatan menetapkannnya dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah bahkan sampai mengeluarkan himbauan agar anak-anak divaksin difteri. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Jakarta kala masih bernama Batavia. Pembunuhnya bernama bakteri kolera (cholera asiatica). Orang awam lebih mengenalnya dengan sebutan “muntaber” (muntah berak). Menurut buku Sejarah Pemberantasan Penyakit di Indonesia yang diterbitkan Departemen Kesehatan, penyakit kolera mulai dikenal pada 1821. Penyakit yang menyerang usus besar ini ditandai dengan gejala

Read More

Air Mata Bung Karno di Tanah Rencong

Sebagai upaya untuk memperkuat perlawanan terhadap Belanda, pada Juni 1948, Presiden Sukarno melakukan muhibah ke Aceh. Di ranah rencong tersebut, Sukarno disambut gempita oleh rakyat Aceh dan didapuk sebagai pemimpin oleh para tokoh setempat. Dalam sebuah pertemuan dengan Tengku Daud Beureuh, Sukarno berharap agar tokoh terkemuka Aceh itu mengajak rakyatnya dalam perjuangan melawan Belanda. Daud Beureuh menyambut ajakan Sukarno dengan senang hati. Dia menyatakan sanggup memenuhi permintaan tersebut asal perang dikobarkan adalah perang sabil, perang untuk menegakkan agama Allah. “…Sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu, maka kami berarti mati syahid,” ujar Daud Beureuh dalam Kisah Kembalinya Tengku Muhammad Daud Beureueh ke Pangkuan Republik Indonesia (1979)

Read More

Kasau: Museum Dirgantara Menuju Terbesar di Asia Tenggara

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta ditargetkan menjadi museum terbesar dirgantara di Asia Tenggara. ?Saat ini jumlah koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala sekitar 50 pesawat dan dengan penambahan lima koleksi ini akan makin bertambah, dan diharapkan museum ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” katanya, usai meresmikan empat helikopter dan satu pesawat legendaris TNI AU sebagai koleksi baru Muspusdirla, di Yogyakarta, Minggu. Lima armada TNI AU yang diresmikan sebagai koleksi baru Muspusdirla adalah pesawat Cessna 401, helikopter MIL MI-1, Bell 204 Iroquois, Bell 47G Soloy, dan S-58T Sikorsky (Twin Pack). Kasau menuturkan pihaknya mentargetkan Museum Dirgantara Mandala dapat mengkoleksi kekuatan

Read More

Lafran Pane, Pendiri HMI Digelari Pahlawan Nasional

Peringatan Hari Pahlawan 2017 ditandai dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional dan puncaknya adalah pelaksanaan ziarah makam pahlawan pada 10 November. Tahun ini, empat tokoh mendapat penghargaan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Secara resmi Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Lafran Pane dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Lafran Pane merupakan satu-satunya dari empat tokoh yang digelari pahlawan nasional yang berjuang di awal masa kemerdekaan. Ia menjadi salah satu tokoh utama

Read More

Indonesia Miliki 173 Pahlawan Nasional

Sejarawan dari Universitas Indonesia JJ Rizal mengemukakan, Indonesia memiliki 173 pahlawan nasional dan jumlah itu adalah yang terbanyak dari negara-negara lain di dunia. Meskipun Indonesia sudah memiliki sangat banyak pahlawan, kata dia pada diskusi “Pahlawan Zaman Now” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin, tapi tampaknya masih kurang karena adanya panjang daftar antrean usulan menjadi pahlawan nasional. Dia mengatakan Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional tapi sulit mencari tokoh-tokoh yang memiliki perilaku pahlawan dan keteladanan. “Aspek yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah Indonesia memiliki banyak pahlawan nasional, tapi sulit mencari pemimpin yang berperilaku pahlawan dan memberi keteladanan,” kata JJ Rizal. Sementara itu, Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono mengatakan, pahlawan saat

Read More

Soekarno, Presiden Terbanyak yang Mengoleksi Lukisan

Presiden pertama RI Soekarno memiliki sekitar 200-an lukisan karya maestro Basoeki Abdullah dan karya pelukis mooi indie tersebut menjadi lukisan terbanyak yang dikoleksi oleh Soekarno. “Presiden Soekarno memiliki banyak lukisan karya Pak Bas, dan lukisan-lukisan yang dikoleksinya memiliki tema sangat beragam dan penting terutama tema nasionalisme, sejarah, mitologi seperti lukisan Nyi Roro Kidul,” kata kurator pameran “Lacak!!!” sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Mikke Susanto di Jakarta, Selasa. Salah satu cerita menarik adalah ketika Soekarno berkirim surat kepada Tuan Hasan Sastra Atmadja pemilik media Nusantara karena Soekarno tertarik pada salah satu lukisan Basoeki Abdullah yang objeknya adalah Nyonya Hasan. Surat pribadi tersebut pun dipamerkan dalam pameran “Lacak!!!” yang digelar di

Read More