Archive

Air Mata Bung Karno di Tanah Rencong

Sebagai upaya untuk memperkuat perlawanan terhadap Belanda, pada Juni 1948, Presiden Sukarno melakukan muhibah ke Aceh. Di ranah rencong tersebut, Sukarno disambut gempita oleh rakyat Aceh dan didapuk sebagai pemimpin oleh para tokoh setempat. Dalam sebuah pertemuan dengan Tengku Daud Beureuh, Sukarno berharap agar tokoh terkemuka Aceh itu mengajak rakyatnya dalam perjuangan melawan Belanda. Daud Beureuh menyambut ajakan Sukarno dengan senang hati. Dia menyatakan sanggup memenuhi permintaan tersebut asal perang dikobarkan adalah perang sabil, perang untuk menegakkan agama Allah. “…Sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu, maka kami berarti mati syahid,” ujar Daud Beureuh dalam Kisah Kembalinya Tengku Muhammad Daud Beureueh ke Pangkuan Republik Indonesia (1979)

Read More

Kasau: Museum Dirgantara Menuju Terbesar di Asia Tenggara

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta ditargetkan menjadi museum terbesar dirgantara di Asia Tenggara. ?Saat ini jumlah koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala sekitar 50 pesawat dan dengan penambahan lima koleksi ini akan makin bertambah, dan diharapkan museum ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” katanya, usai meresmikan empat helikopter dan satu pesawat legendaris TNI AU sebagai koleksi baru Muspusdirla, di Yogyakarta, Minggu. Lima armada TNI AU yang diresmikan sebagai koleksi baru Muspusdirla adalah pesawat Cessna 401, helikopter MIL MI-1, Bell 204 Iroquois, Bell 47G Soloy, dan S-58T Sikorsky (Twin Pack). Kasau menuturkan pihaknya mentargetkan Museum Dirgantara Mandala dapat mengkoleksi kekuatan

Read More