Archive

Khawatir Sejarah RI Berubah, Sejarawan UI Tolak Riset Belanda

Riset Belanda soal kekerasan dalam perang kemerdekaan di Indonesia memunculkan kontroversi. Mereka bakal menyoroti periode Bersiap yang penuh kekerasan. Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) ini menolak penelitian yang diinisiasi tiga lembaga Belanda ini. Penelitian itu bertajuk ‘Dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia, 1945-1950’, menggunakan dana 4,1 juta Euro. Penelitian dimulai pada September ini. “Saya dengan teman-teman angkatan ’45 menolak. Karena, borok itu mestinya dikompres biar adem. Tapi kalau dicutik pakai lidi, bisa bengkak,” kata sejarawan dari UI, Rushdy Hoesein, saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/9/2017). Dia telah merintis Yayasan Ermelo beranggotakan para veteran perang divisi Siliwangi. Mereka telah menjalin hubungan baik dengan veteran Belanda yang dulu juga berdinas di Indonesia

Read More

Kemendikbud dan YHI Gelar Lomba Penulisan Sejarah

Dalam rangka menumbuhkan minat siswa, khusunya tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Yayasan Historika Indonesia, menggelar acara “Lomba Penulisan Sejarah”. Acara yang sudah digelar sejak awal bulan September hingga oktober nanti, terdiri dari beberapa rangakaian kegiatan, mulai dari seleksi, workshop, pemberian penghargaan hingga rencana pembukuan dari artikel lomba. Menurut Abdul Basyith, Direktur Eksekutif Yayasan Historika Indonesia (YHI), acara ini merupakan upaya dari YHI untuk menumbuhkan kecintaan dan gairah generasi kekinian terhadap sejarah. “Lomba ini merupakan usaha untuk mengaktifkan peran masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk bisa menggali nilai-nilai positif dari peristiwa sejarah,” ujar Basyith. Menurut Basyith, acara ini terbuka bagi pelajar tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat

Read More

Website Wisata Sejarah Majapahit Diluncurkan

Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya yang berlokasi di dekat situs Kerajaan Majapahit memperkenalkan website resminya guna membuka akses pengetahuan kepada seluruh masyarakat. Keberadaan website itu diharapkan bisa menjadi pemandu masyarakat Indonesia untuk mengetahui lokasi-lokasi bersejarah di Indonesia, sekaligus menjadi akses bagi para pemerhati sejarah internasional lebih mengenal kerajaan-kerajaan di Indonesia, khususnya kerajaan Majapahit. “Sejak jaman kerajaan, negara-negara tetangga merupakan sahabat bangsa kita. Harapannya dengan website ini, mereka bisa mengakses keterbukaan untuk mempelajari sejarah bangsa kita,” kata pemerhati sejarah dan budaya Deddy Endarto dalam acara soft-launching website di Jakarta, Kamis. Deddy Endarto mengatakan, hadirnya website www.tpdsm.org juga harus dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk mempelajari dan

Read More