Archive

KAMP DI ATAS CIRANCA (Tapak-tapak kelam penumpasan gerakan Darul Islam)

SIANG belum mencapai puncaknya, saat mobil yang kami tumpangi menaiki sebuah dataran tinggi di Ciranca, sebuah kampung kecil yang terletak sekitar 80 km dari pusat kota Tasikmalaya. Suasana sunyi. Pohon-pohon besar berderet di sepanjang jalan kampung yang berbatu, seolah pelindung area tersebut dari sengatan cahaya matahari yang saat itu tengah mencorong garang. Sejenak Muhajir Salam, sejarawan muda asal Tasikmalaya, mengamati situasi. “ Sebentar lagi kita akan sampai…” ujar lelaki kelahiran tahun 1981 itu. Tepat di sebidang tanah datar, mobil berhenti. Kami turun hampir bersamaan. Sementara saya menyiapkan kamera, Muhajir melangkah menuju sebuah pohon bunga Wera yang nampaknya sudah berusia puluhan tahun. Sekitar satu meter dari pohon itu, ia pun berhenti

Read More

Sutasoma Asli Karya Mpu Tantular Dipamerkan di Museum Nasional

Kakawin atau syair Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular, dimana bait “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi semboyan negara Indonesia akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Nasional, Jakarta, pada pameran Arsip Lahirnya Pancasila pada 2-15 Juni 2017. “Sutasoma yang dipamerkan adalah dokumen asli yang ditulis Mpu Tantular di daun lontar,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan dokumen Perpustakaan Nasional akan menjadi salah satu karya agung yang diperlihatkan dalam pameran tersebut. Demi keamanan, setiap hari dokumen itu akan dibawa pulang ke Perpustakaan Nasional. Selain itu dokumen yang menjadi sorotan dalam pameran tersebut adalah lembar sidang BPUPKI, pidato Soekarno yang menjelaskan tentang Pancasila, dokumen

Read More